Minggu, 22 April 2012

tugas naskah drama



Naskah Drama Remaja


Disusun Oleh : Nilam Sari F.
Kelas
X Multi Media 1
SMK N 1 Kab. Tangerang








AKU HARUS BERUBAH
Pengarang : Nilam Sari Fitriyani
Tokoh :
1.      Rio      : Sahabat Andi  (protagonis)
2.      Andi    : Sahabat Rio     (antagonis)
3.      Rita     : Ibu Rio             (tirtagonis)

Rio adalah anak dari keluarga sederhana. Ibu Rio adalah seorang single parent. Ayah Rio meninggal keika Rio berusia 5 tahun. Ibu Rio bekerja sendiri demi menyekolahkan Rio sampai ke jenjang tertinggi, sampai Rio menjadi orang yang sukses dan mampu membanggakan kedua orang tuanya. Kini Rio berusia 15 tahun. Rio duduk di bangku kelas X di SMK yang sejak SMP dia inginkan. Disini Rio memiliki seorang sahabat baru yang bernama Andi.
Namun Andi memberikan pengaruh buruk bagi Rio. Andi yang sering bolos dan tawuran mengajak Rio untuk mengikuti jejaknya.
Babak 1 : Di sekolah sebelum bel pelajaran berbunyi.
Andi    : Rio, gue ada acara nih nanti. Lu mau ikut ga ? (menepuk bahu Rio)
Rio      : Acara apa? Dimana? Jam berapa? (bingung)
Andi    : Acaranya di tempat tongkrongan gue, dijamin seru deh. Kalo lu mau ikut, nanti di jam     pelajaran ke 3 kita cabut dari sekolah. (meyakinkan ke Rio kalau acaranya seru)
  Rio      : Terus gimana sama pelajaran di jam ke 3 & 4? (masih ragu)
  Andi    : Gampang. Kita cabut aja. Nanti kita lompat dinding kamar mandi yang sering di pake sama anak-anak buat bolos. (tetap merayu Rio)
  Rio      : Tapi dijamin seru ga nih? (ragu)
Andi    : lu pasti ketagihan deh. Oke nanti di jam ke 3 kita cabut lewat kamar mandi. (tersenyum karena akhirnya Rio mau ikut ke acara nanti)
Bel sekolah berbunyi tanda waktu istirahat tiba. Setelah makan di kantin, Andi mengajak Rio   untuk bolos dari sekolah dengan cara loncat dari dinding di kamar mandi. Dan keesokan harinya lagi-lagi Andi mengajak Rio bolos lagi. Tanpa kenal lelah, Andi terus berusaha mempengaruhi sahabatnya yang bernama Rio.









Babak 2 : Pagi hari di koridor kelas.
Andi    : Rio, menurut lu gimana acaranya kemaren? Seru kan? (berjalan menghampiri Rio yang baru tiba di sekolah)
Rio      : Lumayan seru. (membuat bangga sahabatnya)
Andi    : Oke nanti lu mau ikut lagi ga ketempat kemaren? (merayu Rio agar mau ikut lagi)
Rio      : Emang ada acara lagi?
Andi    : Ga ada sih. Tapi kita kumpul-kumpul aja. Lu harus ikut.
Rio      : Iya gue ikut. (merasa bersalah karena harus bolos lagi)
Selama beberapa bulan Andi selalu mengajak Rio bolos untuk kegiatan yang tidak penting. Andi dan Rio pun tertinggal jauh dengan teman-temannya. Nilai Andi dan Rio banyak yang kosong akibat sering bolos. Andi dan Rio mendapat SP (Surat Peringatan) dari guru BP. Namun Andi tetap terus berusaha mengajak Rio untuk memenuhi permintaannya.
Andi berusaha mengajak Rio untuk ikut tawuran melawan sekolah yang mereka anggap sekolah musuh. 
Babak 3 : Di sekolah, di jam pelajaran pertama
Andi    : Rio..!!!! (berteriak dan menghampiri Rio)
Rio      : Ada apa pagi-pagi gini lu udah teriak-teriak manggil nama gue? Lu kira gue budek sampe harus lu teriakin segala? (kesal)
Andi    : Sorry deh, gue Cuma mau ngajakin lu main besok. (tersenyum)
Rio      : Main kemana? Ketempat tongkrongan lu lagi?
Andi    : Bukan, kali ini kita ga main ke tempat tongkrongan gue.
Rio      : Terus kita mau kemana?
Andi    : Udah tenag aja. Besok gue langsung jemput lu deh.
Rio      : Yaudah deh. (penasaran)
Keesokan harinya Andi menjemput Rio yang dari tadi sudah menunggu kedatangan Andi. Rio sudah bersiap-siap dan sudah mengenakan baju seragam sekolah. Tapi Andi dating dengan menggunakan baju bebas.









Babak 4 : Pagi hari dirumah Rio
Andi    : Rio…. Rio… (sambil mengetuk pintu rumah Rio)
Rio      : Ia sebentar (berjalan menuju pintu)
Andi    : Udah siap kan?
Rio      : Udah. Ko lu pake baju bebas? Emang kita ga ke sekolah? (bingung)
Andi    : kita kan mau tempur sama sekolah musuh. Masa kita mau pake seragam sekola. Nanti bisa ketangkep kita kalo pake baju sekolah.
Rio      : HAH??? TEMPUR?? (kaget karena Rio sama sekali belum pernah ikut atau terlibat dalam tawuran)
Andi    : Iya, lu kenapa? Ko kaget gitu? Hari ini kita bolos seharian.
Rio      : Tapi gue ga berani.
Andi    : Udah gausah takut. Kita banyakan ko, kita udah di tungguin nih sama senior kita. Cepetan lug anti baju. (memaksa Rio untuk ikut tawuran)
Rio      : Ah lu mah.. Yaudah deh, lu tungguin gue. (terpaksa)
Akhirnya Rio dan Andi berangkat ke tempat tawuran. Mereka dan komplotannya menunggu murid-murid dari sekolah lawan keluar. Tak lama kemudian musuh pun dating. Mereka berkelahi., ada yang membawa gear sepedah, ada yang membawa senjata tajam dan ada pula yang membawa  batu. Setelah bebebrapa jam berlalu, polisi pun dating ketempat kejadian. Mereka langsung bergegas pergi meninggalkan tempat tawuran untuk melarikan diri dari kejaran petugas.
Dengan luka yang dialaminya, Rio bergegas pulang ke rumah.
Babak 5 : Sore hari di rumah Rio
Rio      : Assalamualaikum (mengetuk pintu rumah)
Ibu       : Waalaikum salam, ya ampun Rio kamu kenapa? Kenapa muka kamu jadi lebam begini? Kamu berkelahi ya? (panik dan khawatir melihat kondisi Rio)
Rio      : Gapapa ko bu, tadi Rio jatoh dari motor terus muka Rio kena batu. (berbohong)
Ibu       : Benar kamu tidakikut tawuran atau berkelahi? Ayo kita pergi ke dokter buat sembuhin luka kamu. (panik)
Rio     : Gausah bu, Rio gapapa ko. Rio Cuma butuh istirahat aja ko. Rio ke kamar dulu ya bu (berjalan ke kamar)
Ibu       : Yasudah kamu istirahat aja. Biar luka kamu itu cepat sembuh.
Rio      : Iya bu.




Pagi harinya, badan Rio semakin terasa sakit. Dan akhirnya rio tidak masuk ke sekolah. Ibu Rio pun menelpon pihak sekolah untuk memberikan kabar bahwa Rio tidak bisa hadir.
Rio      : Bu, ko badan Rio makin sakit ya? Rio ga kuat bu kalo harus berangkat sekolah. (menghampiri ibu yang sedang ada di kamar)
Ibu       : Yasudah kamu istirahat aja. Tadi ibu sudah telpon guru sekolah kamu ko.
Rio      : Makasih ya bu. (tersenyum)
Ibu       : Iya sama-sama Rio (membelai rambut anaknya)
Setelah sehat, Rio kembali masuk sekolah. Rio merasa kesal dan kapok dengan ajakan dari sahabatnya. Rio sudah tidak mau lagi mengikuti sahabatnya itu, kaerna Rio sadar akibat ia berteman denganAndi, nilai-nilai Rio menjadi turun, dan absen Rio di kelas pun sudah banyak. Mulai saat itu Rio berjanji untuk tidak menerima ajakan dari sahabatnya itu. Rio harus berubah agar ibunya merasa bangga dengannya.
Babak 6 : Disekolah
Andi    : Rio, gimana lu udah sehat? (menepuk pundak Rio)
Rio      : Udah mendingan ko. (terus berjalan tanpa menghiraukan ucapan Andi)
Andi    : Rio, lu mau ikut lagi ga/ yang ini dijamin seru deh (menghasut Rio)
Rio      : Sorry, gue uadah gamau lagi ikut-ikut kegiatan lu yang ga bermanfaat buat gue. (kesal)
Andi    : Loh kenapa? (panik)
Rio      : Gue sadar kalo kegiatan lu itu Cuma bikin gue sakit, ga ada pengaruh positifnya buat gue. Jadi gue gamau lagi ikut kegiatan lu lagi. (mempercepat langkah kaki) (marah besar kepada Andi)
Kini mereka sudah tidak bersama lagi. Rio suda mulai berubah menjad lebih baik karena dukungan dari teman-teman dan gurunya. Serta dukungan penuh dari sang ibu. Sesampainya dirumah, Rio menghampiri ibunya dan menangis meminta maaf atas apa yang selama ini sudah dilakukannya tanpa sepengetahuan dari sang ibu.
Babak 7 :Siang hari di rumah Rio
Rio      : Assalamualaikum (mengetuk pintu)
Ibu       : Waalaikumsalam (membukakan pintu)
Rio      : Bu, Rio pulang (mencium tangan ibu)
Ibu       : Langsung ganti baju ya nak. Ibu tunggu di meja makan.
Rio      : Iya bu.(berjalan ke kamar)






            Setelah berganti baju, Rio pun berjalan ke meja makan.
Rio      : Bu, Rio boleh bilang sesuatu ga sama ibu? (sambil duduk)
Ibu       : Boleh, mau bicara apa? (menatap wajah Rio)
Rio      : Sebelimnya Rio minta maaf sama ibu karena selama ini Rio udah nyusahin ibu yang udah berusaha mencari uang buat sekolah Rio. Sebenernya Rio sering bolos sekolah bu. Wakt muka Rio lebam, itu sebenernya Rio habis diajak tawuran bu sama Andi. Rio bohong karena Rio ga mau bikin ibu semakin khawatir sama Rio. Jadi selama ini Rio udah ga jujur sama ibu. Maafin Rio ya bu. (menangis dan menyesali semua perbuatannya)
Ibu       : Iya, ibu sudah memaafkan kamu ko, ibu juga sudah tahu semua kegiatan kamu dari teman kamu. Ibu mencoba mencari info tentang kegiatan kamu di sekolah kepada teman kamu itu. Ibu harap kamu mau berubah dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan ini lagi. Dan ibu juga mau kamu berkata jujur kepada semua orang. (menangis dan membelai rambut anaknya)
Rio      : Iya bu. Rio janji Rio mau berubah menjadi lebih baik lagi. Rio janji ga bakal kecewain ibu lagi. Rio mau bikin ibu bangga sama Rio. (memeluk erat ibunya)
Ibu       : Ibu bangga nak sama kamu. Semoga ayah kamu disana juga bangga sama kamu. (tersenyum haru)
            Dan akhirnya kini Rio berubah menjadi anak yang baik. Nilai-nilainya pun begus kembali. Itu semua berkat doa dari sang ibu tercinta dan berkat semangat dari teman-teman juga dari guru. Namun tidak dengan Andi. Andi tetap saja seprti itu. Bahkan nilai-nilainya semakin buruk, absennya pun sudah terlalu banyak. Dan jika dia tetap saja seperti itu, mungkin dia tidak akan naik kelas.
            Rio selalu mengingat nasihat dari ibunya. Ibunya pernah berkata “kalau kamu ingin berubah, kamu harus meyakinkan diri kamu sendiri. Karena hanya kamu sendiri yang mampu merubah sikap kamu, ibu dan teman-teman kamu hanya bisa memberikan semangat agar kamu terus berusaha menjadi lebih baik. Dan kamu harus yakin bahwa hanya karena Allah SWT., kamu bisa seperti sekarang”. Nasihat itu selalu Rio ingat sampai kapan pun.


Tamat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar